JENIS BAHAN SERAGAM KERJA

Ketika akan membuat pakaian seragam ada beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan, diantaranya adalah bahan pakaian seragam yang akan digunakan, disain dari pakaian seragam yang tentunya akan sangat berkaitan terhadap fungsinya, dan yang tidak kalah penting adalah harga dari pakaian seragam karena ketika membuat pakaian seragam akan digunakan oleh ratusan hingga ribuan karyawan sehingga harga akan menjadi bahan pertimbangan yang sangat penting. Dari beberapa pertimbangan diatas yang akan dibahas disini adalah tentang bahan pakaian seragam. Dibawah ini ada beberapa jenis bahan yang biasa digunakan untuk membuat seragam:

  1. Kain Katun

Seragam yang menggunakan jenis bahan ini harganya lebih mahal. Kelebihan dari seragam yang menggunakan bahan katun karena tekstur kainnya lebih halus dan lembut sehingga nyaman dipakai, kainnya lebih tipis sehingga cocok dipakai dilingkungan yang yang berhawa panas seperti di Indonesia. Dengan bahan katun pakaian seragam kelihatan lebih elegan.

Seragam berbahan katun biasanya diterapkan bila seragam yang akan dibuat berbentuk kaos oblong atau kaos kerah.

  1. Kain Drill

Kain drill memiliki ciri-ciri permukaan kainnya berserat garis-garis miring dan tebal. Berdasarkan besar kecilnya serat, kain drill dibagi menjadi 3 jenis yaitu:

  1. Kain Twill Drill atau kain drill serat kecil.
  2. Kain American Drill atau kain drill serat sedang.
  3. Kain Japan Drill atau kain drill serat besar.

Selain ketiga kain drill diatas masih ada satu jenis lagi kain drill yang memiliki serat lebih besar yang biasa disebut dengan kain drill Raphael, nama ini diambil karena jenis ini sering dipakai untuk produk fashion merk Raphael.

Komposisi dari kain drill ini adalah campuran antara katun dan polyester. Semakin banyak kandungan katunnya maka harga kain drill semakin mahal. Jenis kain drill yang memiliki komposisi katunnya lebih banyak adalah jenis kain Japan Drill.

Kain drill sangat cocok untuk seragam lapangan (outdoor) karena desain dari kain drill yang kuat tebal dengan rajutan yang lebih kokoh sehingga memiliki tingkat keawetan lebih baik dan sesuai untuk pakaian safety bila digunakan untuk melakukan pekerjaan luar lapangan yang menuntut tingkat keaktifan lebih tinggi.

 

  1. Kain Tropical atau Oxford

Jenis kain ini tidak seperti jenis kain drill, karena tekstur kainnya rata. Kain tropical lebih tipis dibandingkan dengan kain drill. Sifat jalinan benang hasil pintalan dari kain tropical seperti titik-titik pixel pada resolusi gambar. Sama seperti kain drill, kain tropical juga memiliki komposisi bahan katun dan polyester. Semakin banyak kandungan katunnya maka harganya menjadi lebih mahal.

Berdasarkan uraian diatas anda bisa menentukan bahan apa yang cocok untuk seragam perusahaan disesuaikan dengan fungsi kerja dimasing-masing bagian.

Sumber: http://seragamandalas.com

Tips Sebelum Membuat Model Seragam Kerja

Ada banyak pekerjaan dan profesi yang membutuhkan pakaian seragam kerja. Banyak alasan kenapa sebuah institusi atau perusahaan memerlukan seragam. Salah satu alasan utama adalah berkaitan dengan fungsi dari suatu pekerjaan. Dan ada juga yang bertujuan sebagai  ukuran corporate branding. Meskipun alasan di balik seragam berbeda, yang penting adalah harus fungsional. Realitas pekerjaan dan aktivitas sehari-hari yang dibutuhkan karyawan perlu dipertimbangkan ketika merancang seragam kerja. Oleh karena itu perlu dipertimbangkan hal-hal yang berkaitan dengan fungsi dan desain dari seragam untuk perusahaan. Akan lebih baik lagi bila saat proses desain seragam berkonsultasi dengan orang-orang atau pekerja yang akan mengenakan seragam.

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam membuat seragam diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Pertimbangkan jenis pakaian yang ingin anda buat sebagai bagian dari seragam. Beberapa perusahaan hanya mewajibkan karyawan mereka memakai jenis seragam tertentu seperti kemeja, sementara ada bidang-bidang pekerjaan tertentu yang tidak cocok menggunakan kemeja sebagai contoh jenis pekerjaan yang berkaitan dengan kerja lapangan. Menganalisa sifat dan jenis  pekerjaan dapat membantu untuk menentukan jenis seragam. Untuk karyawan yang bekerja di dalam kantor sepanjang hari tidak perlu memakai seragam yang terlihat formal dan mewah, sementara karyawan yang berinteraksi dengan pelanggan dan mewakili perusahaan perlu seragam yang terlihat elegan, rapi dan berkelas.
  2. Perlu ditentukan jenis dan variasi dari desain seragam untuk setiap bagian atau department, keputusan ini termasuk apakah akan ada perbedaan desain seragam pria dan wanita dan tentu juga jenis seragam untuk area kerja yang berbeda, misalkan warepack untuk karyawan yang pekerjaan berhubungan dengan mesin, sergam jenis kaos untuk karyawan yang jenis pekerjaannya lebih aktif dan kemeja untuk karyawan yang lebih banyak didalam kantor. Perlu juga dipertimbangkan elemen tambahan seperti syal, topi dan aksesoris lain yang sekiranya bisa meningkatkan produktifitas kerja.
  3. Buat sketsa seragam seperti yang anda inginkan sesuai dengan pertimbangan-pertimbangan diatas. Pastikan dalam sketsa itu ditentukan dimana posisi logo perusahaan akan ditempatkan. Misalkan, disisi kiri dada, di belakang atau di lengan. Tentukan desain logo yang akan ditampilkan pada seragam berupa gambar dan teks, gambar saja, atau teks saja.
  4. Konsultasikan dengan karyawan anda. Pilih pilihan acak dari karyawan dan menunjukkan kepada mereka sketsa seragam yang telah dibuat. Minta mereka untuk memberikan pendapat pada desain seragam yang telah dibuat, kemungkinan besar mereka akan memberikan masukan desain seragam yang dinginkannya karena mereka adalah orang-orang yang akan mengenakan seragam, penting bagi mereka untuk merasa nyaman menggunakannya.
  5. Hubungi produsen seragam profesional untuk membuat seragam sesuai dengan pertimbangan-pertimbangan diatas. Ingatlah untuk memperhatikan pemilihan kain pada tahap ini. Kain dengan bahan kapas akan lebih baik dari pada yang sintetis seperti polyester untuk pekerjaan yang melibatkan banyak aktivitas fisik.

Sumber: http://seragamandalas.com

MEMBUAT MODEL SERAGAM KERJA

Saat ini banyak institusi dan industri yang memberikan pakaian seragam kepada karyawannya. Dengan pakaian seragam untuk dinas kerja sehari-hari memberikan identitas dan ciri khas bagi institusi dan perusahaan. Selain itu dengan pakaian seragam bisa memberikan kenyamanan pada karyawan. Dan pada bidang pekerjaan tertentu pakaian seragam ini sangat fungsional dan memberikan keamanan bagi karyawan.

Oleh karena saat mendesain seragam harus mempertimbangkan fungsi yang dibutuhkan pada pekerjaan serta disesuaikan dengan budaya dimana seragam itu akan dikenakan. Di bawah ini adalah langkah-langkah mendesain pakaian seragam untuk perusahaan anda sendiri:

  1. Tentukan model dari pakaian seragam yang bersifat praktis dan sesuai untuk jenis pekerjaan dimana seragam ini dikenakan nantinya. Sesuaikan desain seragam dengan budaya di lingkungan kerja. Terutama seragam bagi wanita jangan terlalu vulgar atau membentuk badan karena tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Yang perlu diperhatikan adalah seragam itu tidak menghambat pergerakan saat melakukan pekerjaan.
  2. Langkah selanjutnya adalah membuat sketsa dan juga tentukan warna dari seragam. Biasanya warna seragam disesuaikan dengan warna identitas institusi atau perusahaan sesuai dengan logonya. Setelah membuat sketsa seragam kemudian buatlah pola. Untuk memastikan pola itu sesuai dengan sketsa yang dibuat maka anda bisa membuat sampel satu seragam terlebih dahulu. Pola dapat ditemukan di toko kerajinan lokal alat-alat jahit. Atau anda juga dapat membeli pola pakaian secara online.
  3. Tempatkan pola di atas kain drill untuk seragam dan potong bagian kain. Gunakan pin jahit untuk membentuk kain sesuai dengan pola  seolah-olah itu dijahit. Gunakan pin untuk membuat perubahan dalam jahitan dan lengan. Untuk memudahkan proses pemotongan pola yang telah dibuat anda bisa menggambar  menggunakan marker atau spidol di permukaan kainnya.
  4. Tempatkan potongan pola yang telah dibuat pada kain drill yang akan anda gunakan untuk sampel pakaian seragam dan potong bagian kain. Jahit kain tersebut dengan tangan menggunakan stitch berjalan atau dengan mesin jahit. Tambahkan kancing, kantong, lubang sabuk dan ritsleting yang diperlukan.
  5. Kini anda telah berhasil membuat sampel seragam untuk perusahaan anda sendiri. Bila anda telah puas dengan hasil dari seragam yang anda desain, maka tinggal memproduksinya secara massal sebanyak karyawan yang dimiliki. Anda tinggal memberikan pola yang telah dibuat dan disesuaikan dengan ukuran dari tiap karyawan kepada perusahaan konveksi atau jasa makloon pakaian.
  6. Bila anda tidak memiliki kemampuan mendesain pakaian bisa diserahkan seluruh proses desain hingga produksi pakaian seragam ke perusahaan konveksi. Anda tinggal mendeskripsikan desain umum dan warna yang diinginkan dan tinggal terima jadi pakaian seragam yang diinginkan.

Perlu dicatat bahwa pakaian seragam ini bisa menjadi trade mark perusahaan anda. Sehingga pakaian seragam bisa menjadi duta untuk mempromosikan perusahaan dan produk sehingga bisa  dikenal oleh masyarakat. Jadi peran dari seragam ini sangat penting untuk mencitrakan perusahaan anda, sehingga pastikan desain dari pakaian seragam ini benar-benar  bisa mewakili perusahaan di hadapan masyarakat.

Sumber: http://seragamandalas.com